Home > Uncategorized > Prasangka di Balik Perang Tarif Operator Telepon Selular

Prasangka di Balik Perang Tarif Operator Telepon Selular

Tarif operator telepon selular, baik GSM maupun CDMA, semakin menjadi-jadi. Meskipun pada awalnya perang tarif ini hanya untuk tarif dasar pelanggan sesama operator, tetapi sekarang sudah merambah ke lintas operator. Bahkan ada yang memberikan cash back (dalam bentuk pulsa, bisa dijual) melalui penggunaan maupun partisipasi konten, sebut saja esia dalam hal ini.

Demikian iming-iming yang ditawarkan operator kepada konsumen dan calon konsumennya. Tetapi apa yang terjadi dibalik itu?

Penurunan tarif percakapan ke level yang sedemikian fantastis mendorong pelanggan-pelanggan operator untuk lebih aktif melakukan panggilan dalam jumlah yang fantastis pula. Karena pada umumnya tarif murah akan didapat apabila percakapan berlangsung lama.

Namun, peningkatan jumlah percakapan sepertinya tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan. Satu contoh teknis adalah tidak ditambah kanal-kanal sambungan percakapan. Sehingga dengan jumlah kanal tidak cukup untuk semua jumlah permintaan panggilan. Semoga jangan sampe kanal untuk panggilan darurat juga dipakai. Apa yang terjadi kemudian? Menurut ilmu yang sempat melintas di kepala, ada beberapa model penanganan kasus seperti itu. Dalam proses antrian, model penanganan pertama adalah langsung menolak permintaan sambungan (dengan kalimat yang sopan, “Mohon maaf jurusan yang Anda tuju sedang sibuk”). Model kedua adalah dengan mengantrikan panggilan tersebut (namun karena jumlah panggilan jauuh lebih banyak dan ketersediaan kursi antrian pada umumnya diset hanya melayani 1 menit maka antrian akan berakhir ke gerbong kereta api, tut.. tut.. tuut…). Model yang lain? Mohon maaf orang yang Anda tanya sedang tidur saat diterangkan model yang lain.

Dengan kondisi demikian, susah sekali apabila hendak melakukan panggilan. Ngantri bo’.. Lebih sering gagal daripada berhasil. Bahkan untuk telpon ke customer service pun gagal. Lagi-lagi karena kanal penuh atau CS yang seluruhnya sibuk mendengarkan komplain pelanggan.

Lalu apa mau pelanggan dalam kondisi seperti ini? Sambungan telepon yang selalu siap sedia buatnya.

Akhirnya muncul prasangka buruk. Apakah nantinya operator-operator telepon selular akan membuat produk berupa kanal khusus atau prioritas. Sehingga apabila Anda membeli produk tersebut Anda akan mendapatkan prioritas sambungan dibanding yang lain. Sambungan lain putusin, gua mau masuk..

Nahh..? Beli produk lagi.. Pake duit lagi..

Akhirnya.. Pengeluaran untuk telepon kembali seperti semula.. Akumulasi dari tarif murah dan pembelian prioritas…

Klo di pikir emang masuk akal hehehe tapi  Bagaimana menurut Anda???
Referensi : Batas kota

Categories: Uncategorized Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: